Tuesday, June 9, 2009

Izinkan aku mencintai-Mu semampu ku

Tuhanku...Aku masih ingat saat pertama dulu aku belajar mencintaiMu
Lembar demi lembar kitab kupelajari
Untai demi untai kata-kata para ustadz kuresapi
Tentang cinta para nabi, Tentang kasih para sahabat, Tentang mahabbah para sufi
Tentang kerinduan para syuhada..

Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam
Kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan pada idealisme yang mengawang di awan
Tapi Rabbi...Berbilang detik, menit, jam, hari, bulan, dan kemudian tahun berlalu
Aku berusaha mencintaiMu dengan cinta yang paling utama
Tapi...Aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untukMu

Aku makin merasakan gelisahku membadai
Dalam cita yang mengawang, Sedang kakiku mengambang tiada menjejak bumi
Hingga aku terhempas dalam jurang nan kegelapan

Wahai Ilahi...Kemudian berbilang detik, menit, jam, hari, bulan, dan tahun berlalu
Aku mencoba merangkak, menggapai permukaan bumi
Dan menegakkan jiwaku kembali
Menatap, memohon, dan mengibaMu,
"Allahu Rahim, Ilahi Rabbi...
Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku

Allahu Rahman, Ilahi Rabii..
Perkenankanlah aku mencintaiMu sebisaku
Dengan segala kelemahanku

Ilahi...Aku tak sanggup mencintaiMu
Dengan kesabaran menanggung derita
Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al-Musthafa
Karena itu izinkan aku mencintaiMu
Melalui keluh kesah pengaduanku padaMu
Atas derita batin dan jasadkuAtas sakit dan ketakutanku

Rabbi...Aku tak mampu mencintaiMu seperti Abu Bakar
Yang menyedekahkan seluruh hartanya
Dan hanya meninggalkan Engkau dan RasulMu bagi diri dan keluarga
Atau layaknya Umar yang menyerahkan separuh harta demi jihad
Atau Utsman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan DinMu
Atau seperti Ali KarramallahuWajha yang hebat semangat kepahlawanannya
Maka Ya Allah...Izinkan aku mencintaiMu
Melalui seratus-dua ratus perak yang terhulur
Pada tangan-tangan kecil di perempatan jalan
Pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di tepi-tepi jambatan
Pada makanan-makanan sederhana yang terkirim ke handai taulan Ilahi...

Aku tak mampu mencintaiMu dengan khusyuknya shalat
salah seorang sahabat NabiMu
Hingga tiada terasa anak panah musuh terhunjam di kakinya
Karena itu Ya Allah...Perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMu
Dalam shalat yang coba kudirikan teragak-agak
Meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia

Rabbi...Aku tak dapat beribadah ala para sufi rahib
Yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta denganMu
Maka izinkanlah aku untuk mencintaimu dalam satu-dua rakaat lailku
Dalam satu-dua sunnah nafilahMuDalam desah nafas kepasrahan tidurku

Ya Maha Rahman...Aku tak mampu mencintai
MuBagai para al-hafiz dan hafizah
Yang menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam
Dari itu...Perkenankanlah aku mencintaiMu
Melalui selembar dua lembar tilawah harianku
Lewat lantunan seayat-dua ayat hafalanku

Ya Rahim...Aku tak mampu mencintaiMu semisal Sumayyah
Yang mempersembahkan jiwa demi tegaknya DinMu
Seandai para syuhada yang menjual dirinya dalam jihad
Maka perkenankanlah aku mencintaiMu
Dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu
Maka izinkanlah aku mencintaiMu
Dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru

Allahu Karim...Aku tak mampu mencintaiMu di atas segalanya
Bagai Ibrahim yang rela tinggalkan putera dan zaujahnya
Dan patuh mengorbankan pemuda penyejuk matanya
Maka izinkanlah aku mencintaiMuDi dalam segalanya ............
Izinkan aku mencintaiMu...........
=============================================================

No comments: